Waspadai Aplikasi WhatsApp Pink yang Bisa Curi Data Ponsel Pengguna

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Suara. com – Peneliti keamanan siber telah menemukan sebuah aplikasi bernama WhatsApp Pink dengan diklaim berbahaya. WhatsApp Pink ini diyakini dapat mengembat data setelah diinstall dan memungkinkan hacker mendapatkan kanal ke ponsel pengguna.

Peristiwa ini pertama kali dibagikan oleh Rajshekhar Rajaharia selaku peneliti keamanan siber asal India. Informasi ini dibagikan langsung melalui akun Twitter miliknya.

“Hati-hati terhadap @WhatsApp Pink!! Virus sedang disebarkan lewat #WhatsApp grup dengan link download APK. Jangan klik link apa pun dengan tanda WhatsApp Pink. Akses lengkap ke ponsel Anda mau hilang. Bagikan dengan seluruh, ” kata Rajaharia melalui cuitannya, dikutip dari NDTV, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, penerapan ini akan mulai mendistribusikan pesan yang berisi link untuk mengunduh. Tujuan hacker tersebut dikatakan ingin mengumpulkan data pengguna sebanyak barangkali.

Mengaji Juga: Pengguna iPhone Keluhkan Notifikasi WhatsApp yang Tidak Muncul

WhatsApp Pink juga beberapa besar telah ditargetkan kepada polisi dan orang-orang media di India. Awalnya, link untuk mengunduh aplikasi dikirim ke petugas polisi di Delhi dan Rajasthan. Pesan ini muncul di salah satu grup polisi tersebut.

Lalu, para hacker yang mengirimkan pesan WhatsApp Pink itu juga menggunakan link tautan berbeda. Namun demikian, pengguna disarankan untuk tidak membuka tautan apapun yang diklaim dapat menghadirkan tampilan atau fitur baru ke WhatsApp.

“Siapapun bisa mendapatkan perintah yang tidak biasa, tidak berkarakter, atau mencurigakan pada layanan apa pun, termasuk email. Kapanpun itu berlaku, kami sangat menganjurkan semua orang untuk berhati-hati pra merespons, ” kata bagian WhatsApp dalam pernyataannya.

“Di WhatsApp, ana juga menyarankan agar orang-orang menggunakan tools yang ana sediakan dalam aplikasi buat mengirimi kami laporan, mengadukan kontak, atau memblokir relasi, ” tambah WhatsApp.

Itu bukan pertama kalinya versi WhatsApp palsu beredar. Sebelumnya, beberapa pengguna diserang sebab varian WhatsApp Gold dengan juga dibuat hacker untuk mendapatkan data pengguna.

Baca Selalu: Kejahatan Antarnegara: Dua Hacker Indonesia Curi Data, Sedot Dana Rp480 M