Peluang Bisnis Baru: Limbah Elektronik Indonesia Bernilai Rp 200 Triliun

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – M Akbar Rhamdhani, pakar metalurgi lantaran Swinburne University of Technology, Australia mengatakan limbah elektronik di Indonesia berpotensi menghasilkan uang senilai 14 dolar Amerika Serikat atau kira-kira Rp 200 triliun pada 2040. Simak ulasannya dibawah ini:

Indonesia adalah negara dengan populasi keempat terbesar dan salah satu konsumen elektronik terbesar di dunia. Akibatnya, Indonesia banyak memanifestasikan peralatan elektronik dan elektrik bekas, yang dikenal jadi e-waste atau limbah elektronik.

Limbah elektronik ini bisa berupa hp, tablet, laptop, komputer awak dan baterai yang telah habis masa pakainya, hingga televisi dan barang-barang elektronik famili berukuran besar laksana lemari es dan pesawat cuci.

Paper baru awak memperkirakan Indonesia dapat memanifestasikan sekitar 2 juta ton limbah elektronik pada 2021, yang merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara.

Baca Serupa: Dalam 9 Bulan Terakhir, Limbah Elektronik di Jakarta Capai 22 Ton

Jika mampu dimanfaatkan dengan didaur ulang, maka pada 2040, daya ekonomi limbah elektronik dalam Indonesia diperkirakan mencapai US$ 14 miliar atau sama dengan Rp 200 triliun.

Bagaimana kita sanggup menghasilkan uang dari limbah elektronik

E-waste menunjukkan peluang ekonomi bagi Indonesia jika kita bisa mendaur ulangnya.

Meski mengandung unsur-unsur berbahaya dengan perlu diproses dan ditampung, e-waste juga mencakup logam berharga seperti tembaga, emas, perak, platinum, paladium, & logam berharga lainnya untuk teknologi yang kita gunakan setiap hari.

Konsentrasi logam yang dipilih dalam limbah elektronik, dalam beberapa peristiwa, lebih tinggi daripada dalam mineral atau bijih primernya di bawah tanah.

Baca Selalu: Limbah Elektronik di Jakarta Capai 22 Ton

Salah utama contoh: dibutuhkan sekitar 0, 5-1 ton bijih emas untuk menghasilkan emas di dalam sebuah cincin nikah (sekitar 2 gram). Jumlah aurum yang sama ini sanggup diperoleh hanya dari 15-30 kilogram ponsel yang periode pakainya sudah habis.