Laba-laba Dibawa ke Luar Angkasa, Pelajari Bagaimana Jaring Dibuat

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Para astronot membawa laba-laba ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari gravitasi nol lebih dalam dan melihat bagaimana laba-laba membangun jaringnya di kondisi seperti itu.

Di bumi, laba-laba membangun jaring asimetris dengan bagian tengah lebih dekat ke bagian atas jaring daripada bagian bawah. Pola ini berguna karena ketika berjalan menangkap korbannya, laba-laba bekerja dengan gravitasi daripada melawannya.

Untuk mengetahui perbedaannya di luar angkasa, astronot membawa dua laba-laba Trichonephila clavipes ke ISS dan mengamati hewan itu selama dua bulan untuk membuat jaring dalam gravitasi nol.

Mengingat pengaruh gravitasi pada laba-laba, ada hipotesis bahwa laba-laba akan membangun jaring simetris dan mengorientasikan diri secara acak di gravitasi nol.

Baca Juga: Pertama Kalinya, NASA Panen Lobak yang Ditanam di Stasiun Luar Angkasa

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Science of Nature, sebagian asumsi tersebut benar karena laba-laba di gravitasi nol sebagian besar membangun jaring simetris. Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa cahaya memiliki pengaruh pada pembuatan jaring.

“Kami menyimpulkan bahwa tanpa adanya gravitasi, arah cahaya dapat berfungsi sebagai panduan orientasi laba-laba selama pembuatan jaring dan saat menunggu mangsa, ” tulis para peneliti, seperti dikutip IFL Science pada Sabtu (12/12/2020).

Meski ini studi yang menarik, namun ini bukan pertama kali eksperimen semacam itu dilakukan di ISS. Sayangnya, percobaan pertama yang dilakukan para astronot pada tahun 2008 lebih terasa seperti bencana dan kegagalan karena laba-laba yang dibawa melarikan diri di ruang percobaan.