India Minta Facebook dan Twitter Hapus Postingan Kritik Penanganan Covid-19

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com awut-awutan Twitter & Facebook telah menghapus sekitar 100 postingan di India, beberapa di antaranya menilai penanganan virus corona di New Delhi.

Langkah ini untuk mematuhi perintah perlu dari pemerintah India di saat negara Asia Daksina itu bergulat dengan lonjakan global kasus Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

New Delhi membuat perintah darurat ke Twitter dan Facebook buat menyensor lebih dari 100 postingan di negara itu.

Twitter mengungkapkan perintah pemerintah tersebut pada database Lumen, sebuah proyek Universitas Harvard.

Menangkap Juga: Mayat Bergelimpangan di India serta Lahan Parkir Jadi Wadah Kremasi

Jaringan mikroblog dan Facebook memenuhi permintaan tersebut, dan menahan posting tersebut dari pengguna di India.

Pemerintah India mengonfirmasi pada Minggu (25/4/2021) kalau mereka memerintahkan Facebook, Instagram, dan Twitter untuk menghapus postingan yang dianggap berpotensi memicu kepanikan di kurun publik, menghalangi upayanya buat menahan pandemi, atau sekadar menyesatkan.

Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

Berbagai informasi berita, dokter, dan akademisi mengatakan bahwa angka moralitas akibat Covid-19 ini, benar mengkhawatirkan.

Outlet berita India yang berfokus pada kebijakan Medianama, dengan pertama kali melaporkan sistem baru New Delhi Jumat, mengatakan di antara mereka yang tweetnya telah disensor di India termasuk tokoh-tokoh publik terkenal seperti Revanth Reddy (Anggota Parlemen), Moloy Ghatak (seorang menteri pada India Benggala Barat), pembuat film Vineet Kumar Singh (aktor) Vinod Kapri, serta Avinash Das.

“Saat saya menerima permintaan hukum dengan valid, kami meninjaunya bersandarkan Peraturan Twitter dan dasar setempat, ” jawab Spesialis Bicara Twitter dilansir laman Techcrunch , Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Pasang Imbauan dalam Helm, Dedikasi Driver Ojol Tunarungu Ini Tuai Pujian

Menurutnya, jika konten melanggar Aturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dibanding layanan. Jika dianggap ilegal di yurisdiksi tertentu, namun tidak melanggar Peraturan Twitter, dapat ditahan akses ke konten hanya di India.