Apple Music Naikkan Royalti Musikus, 2 Kali Lebih Besar dari Spotify

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Suara. com – Mutakhir saja terbit kebijakan baru Apple untuk para musikus yang karyanya dipakai pada Apple Music. Perusahaan formal menetapkan royalti rata-rata sebesar satu sen atau 0, 01 dolar AS semenjak pemutaran.

Mengutip NME , Minggu (18/4/2021), kebijakan royalti Apple Music ini dikatakan bervariasi sebati dengan paket langganan & negara tempat pendengar streaming. Bahkan, besaran royalti diklaim lebih besar dua kala lipat ketimbang pesaingnya, Spotify.

Menurut bukti tahun lalu, Spotify menutup royalti ke musikus rata-rata 0, 00437 per streaming. Sementara Apple Music menunaikan rata-rata royalti 0, 00735 per pemutarannya.

“Saat dialog tentang royalti streaming terus berlanjut, kami percaya itu adalah hal penting buat berbagi value kami, ” kata Apple Music dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga: Update Spotify, Musik Favoritmu Kini Didenger Pada setiap Saat

Spotify. [Deepanker Verma/Pixabay]

“Kami percaya dalam membayar setiap kreator dengan tarif yang serupa, bahwa sebuah streaming bernilai, dan kreator tidak menetapkan membayar (untuk musik itu yang dipromosikan oleh Apple), ” tambah surat tersebut.

Surat tersebut juga menambahkan bahwa 52 persen dibanding pendapatan langganan akan dibayar ke label rekaman. Belakang, Apple Music mengkonfirmasi pelanggan mereka mencapai 60 juta pada Juni 2019.

Sekarang, perusahaan memperkirakan angka tersebut telah meningkat menjadi kira-kira 72 juta pengguna.

Di sisi asing, Spotify kini memiliki 155 juta pelanggan berbayar dari total 345 juta pemakai. Bulan lalu, Spotify mendatangkan situs web bernama Loud & Clear yang dirancang untuk memberikan transparansi tentang royalti ke kreator musik.

Namun, artis dan pelaku industri musik justru menilai situs tersebut. Mereka membuktikan bahwa itu tidak menganjurkan jawaban yang mereka menimbulkan dari Spotify.

Baca Juga: Soal Royalti Rani, Kemenkumham: Satu Sen biar Pemerintah Tak Ambil

“Musikus menuntut royalti kepala sen per streaming sebab @Spotify dan sebagai gantinya, mereka membuat beberapa posisi web berbelit-belit yang disebut ‘Loud & Clear’ untuk mencoba menarik perhatian musikus agar berpikir bahwa itu adalah kesalahan mereka, ” ujar Zola Jesus, musikus asal Amerika Serikat, mencuaikan Twitter.